Motivasi Alasan Masuk Universitas Islam Negeri Walisongo

Nama               : Ahmad Zainal Abidin

NIM                : 2103016053

Prodi               : Pendidikan Agama Islam

Website           : walisongo.ac.id

Kelompok       : Abdul Wahab Hasbullah

Motivasi Alasan Masuk ke UIN Walisongo

Motivasi saya untuk masuk ke UIN Walisongo, karena saya ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan pembekalan nilai agama yang lebih dalam agar bisa di manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena saya paham sebagai umat islam kita tidak hanya memerlukan ilmu umum saja, namun juga perlu bekal ke akhirat berupa ilmu agama.

Awal mula optimisme saya memilih masuk ke UIN Walisongo, karena saya disarankan oleh pak dhe saya untuk mengikuti UMPTKIN dengan pilihan pertama di UIN Walisongo Semarang. Kemudian saya mencari tau profil tentang UIN Walisongo dan mendapati bahwa UIN Walisongo tercatat sebagai kategori Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik nomor 2 pada tahun 2020 berdasarkan penilaian Kementrian Agama. Selain itu akreditasi UIN Walisongo telah mendapat predikat A begitu juga dengan program studinya yang sudah banyak mendapat akreditasi A. Sehingga berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut saya  pun merasa yakin bahwa berkuliah di UIN Walisongo Semarang merupakan pilihan yang tepat bagi tujuan dan masa depan saya.

Saya sangat bersyukur pada seleksi UMPTKIN saya lolos di pilihan pertama UIN Walisongo program studi Pendidikan Agama Islam. Banyak yang menganggap bahwa jika berada di program studi Pendidikan Agama Islam hanya akan berakhir menjadi guru SD, SMP, atau SMA. Anggapan tersebut tidak salah, namun akhir tersebut hanyalah salah satunya bukan satu-satunya. Mereka lupa bahwa semua bidang jika ditekuni sepenuh hati akan menghasilkan sesuatu yang berbeda, bahkan pada bidang sepele sekalipun.

Setelah saya mencari lokasi UIN Walisongo Semarang di google maps ternyata berada di Kecamatan Ngaliyan. Banyak yang bilang bahwa disana suasananya cukup nyaman dan kondusif. Menurut saya dengan kondisi yang seperti itu akan mendukung proses belajar dan mengajar mahasiswa dan dosen akan lancar sebagaimana mestinya saat sudah diizinkan pemerintah untuk melakukan perkuliahan tatap muka secara langsung. Akan tetapi karena saat ini kondisi masih berada di tengah pandemi covid 19, yang menyebabkan perkuliahan kali ini harus melalui dalam jaringan (daring). Meski begitu bagi saya yang masih mahasiswa baru tentu tidak langsung melunturkan semangat untuk mengikuti pembelajaran di bangku perkuliahan.

Berbagai artikel mengatakan biaya hidup di sekitar UIN Walisongo terbilang lebih murah dibanding kawasan lainnya, kampusnya pun mudah di akses dengan angkutan umum. Selain itu banyak pondok pesantren yang dekat dengan kampus, sehingga tak jarang banyak mahasiswa yang lebih memilih untuk mondok daripada menyewa indekost. Hal tersebut tentunya wajar dan sangat relefan dengan para mahasiswa guna menambah ilmu dan mempertebal iman.

Hal selanjutnya yang menjadi motivasi saya adalah dari banyaknya unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang disediakan untuk pengembangan diri mahasiswa. Mulai dari UKM yang bergerak di bidang bakat minat hingga pendukung akademik. Selain di tingkat universitas, UKM juga dibuka di tingkat fakultas.

UIN Walisongo pun dikabarkan telah banyak mencetak generasi penerus sholih yang tidak hanya kuat dibidang agama namun juga kuat dibidang politik. Seperti bapak Muhammad Hanif Dhakiri, S.Ag., M.Si. mantan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Beliau juga pernah menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dari PKB mewakili Jawa Tengah khususnya wilayah Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan dan Kabupaten Pemalang.

Semua hal diatas merupakan berbagai hal yang menambah motivasi saya, sehingga saya semakin yakin dan semangat untuk melanjutkan pendidikan di kampus UIN Walisongo Semarang.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *